May the 4th be with you!

Apparently, 4th of May is the day I complete my (long overdue) Jedi master training…
May the fourth be with you!

jedi

Advertisements

Remah-remah #3

Alkisah, suatu hari seorang pemuda membawa misi penting. Tetua di kampungnya menceritakan sebuah legenda bahwasanya di puncak gunung yang terletak di atas desa mereka, terdapat sebuah gua ajaib. Gua itu berisi banyak sekali kodok. Barangsiapa yang berhasil melintasi gua itu hingga ujungnya tanpa sekalipun menginjak seekor kodok, maka orang beruntung itu akan mendapatkan jodoh seorang wanita cantik jelita. Semakin jauh seseorang melangkah tanpa menginjak kodok, maka semakin cantik jelitalah jodohnya itu. Sayangnya hingga kini, tiada satu orangpun yang secara sempurna bisa melintasi gua yang gelap itu. Tergoda oleh iming-iming cerita tersebut, pemuda kampung inipun mencoba peruntungannya. Pemuda ini berharap, setidaknya walaupun ia gagal, ia bisa melangkah cukup jauh hingga bisa mendapatkan ganjaran yang cukup bagi dirinya.

Bermodal nekat, pemuda inipun masuk ke dalam gua itu dan, entah karena keberuntungan apa, ia berhasil dan menjadi orang pertama yang bisa menerobos gua ajaib itu tanpa sekalipun menyentuhkan kakinya dengan kodok-kodok yang ada di dalam sana.

Seperti janji legenda tersebut, singkat kata, pemuda ini akhirnya dapat memperistri seorang wanita sempurna yang setia mendampinginya. Ia pun menjadi sangat terkenal di desa tersebut. Hingga suatu hari…

Seorang teman dekatnya yang penuh rasa penasaran mencoba bertanya kepada istri pemuda tersebut. Kenapa ia mau-maunya menerima pinangan pemuda kampung yang sederhana, dengan wajah biasa saja ini, tentu  tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh si pemudi tersebut.

Sambil tersipu-sipu, wanita itu menjawab: “Sebenarnya, saya juga mengikuti saran legenda itu tuan. Akan tetapi saat saya baru saja selangkah masuk ke dalam gua, kaki saya terpeleset dan secara tidak sengaja menginjak salah satu katak yang berjaga di depan gua”.

Dik, mudah-mudahan kamu berjodoh denganku bukan karena menginjak kodok di depan gua ya… 🙂
(karena walau aku beruntung bisa mendapat wanita seperti legenda diatas tanpa harus melintasi gua ajaib, aku juga setidaknya tidak jelek-jelek amat kan ya?)

It has been a long period since the last time I took a pencil and doing a sketch. Rusty but felt so good!!

The picture I draw taken from a photo series in http://www.electronicintifada.net. This photo of a girl in kafiyyeh throwing stones using catapult against oppressive military is really awesome but also very sad because I could not comprehend how they live everyday life with this. Bless you all Palestinian!

On a second unrelated note, I just realized I have reached 10 years landmark since the first time I started blogging. Holly molly guacamole!

Bahamish

Bintang Pagi.

“Siapa namanya?” tanya beliau.

“Zuhra. Z-U-H-R-A” jawabku.

“Aah, namamu artinya bintang pagi” balasnya sambil tersenyum dan menuliskan namaku di buku catatan yang kusodorkan padanya.

-Untuk Zuhra di Bonn. GM-

photo

Bintang pagi: seperti sebuah sinyal
untuk berhenti. Di udara keras kata-kata berjalan, sejak malam,
dalam tidur: somnabulis pelan, di sayap mega, telanjang,
ke arah tanjung

yang kadang menghilang. Mungkin ada
sebuah prosesi, ke sebuah liang hitam,
di mana hasrat – dan apa saja yang teringat – terhimpun
seperti bangkai burung-burung

di mana tepi mungkin tak ada lagi.
Siapa yang merancangnya, apa yang mengirimnya?
Dari mana? Dari kita? Ada teluk yang tersisih
dan garis lintang yang dihilangkan, barangkali.

Sementara kau dan aku, duduk, bicara,
dalam sal panjang.
Dan aku memintamu: Sebutkan bintang pagi itu,
hentikan kata-kata itu. Beri mereka alamat!

Kau diam. Mungkin ada sejumlah arti yang tak akan hinggap
di perjalanan, atau ada makna, di rimba tuhan,
yang selamanya menunggu tanda hari:
badai, atau gelap, atau –

bukan bintang pagi.

1996

*Puisi ini sempat dibacakan dalam bahasa jerman dan GM menceritakan bahwa puisi ini dibuat saat menunggu temannya yang akan menjemput ajal. Salah satu puisi favorit beliau.

Catatan Kaki Ramadhan Ini

Zuhra, ingat apabila kamu marah dan berlaku kasar atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, ingat karena kamu lupa, setiap bacaan kitab sucimu selalu dimulai dengan memuji Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang setidaknya kamu lafazkan berkali-kali dalam shalatmu. Maka bila hal ini yang terjadi, barangkali kamu berlaku sia-sia dengan ibadah rutinmu, atau kamu sudah terlalu lama membiarkan kitab sucimu tidak dibuka dan merenungi isinya.